Corona virus telah menjadi daftar virus berbahaya yang hingga saat ini belum ditemukan vaksin nya. Penyebaran virus ini telah ditemukan di banyak Negara Asia. Hal ini mengakibatkan banyak dampak terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk terhadap kunjungan pariwisata di Bali. Terdapat banyak fakta mengejutkan terkait penyebaran virus corona dengan kaitan dunia pariwisata Bali.

Pada Kamis tanggal 30 januari lalu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa mengadakan pertemuan dengan para pelaku usaha pariwisata di Pulau Dewata. Pertemuan ini untuk membahas permasalahan tentang virus corona. Serta upaya untuk meminimalisasi dampak virus tersebut terhadap perkembangan pariwisata di Bali.

Virus Corona Menyebabkan Cancelation Wisatawan Turis Tiongkok

Dampak terbesar penyebaran corona virus tersebut membuat banyak terjadi cancelation dari para turis Tiongkok. Pihak Dinas Pariwisata sendiri menerima kebijakan cancelation wisatawan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dalam menyikapi hal tersebut, yang terpenting adalah bagaimana upaya Bali dalam meningkatkan pengawasan, pengolahan info agar tidak simpang – siur, serta menjaga sinergisitas terhadap pihak – pihak yang terkait.

Saat ini china memang telah melakukan isolisasi terhadap warga  Wuzan untuk tidak keluar dari wilayah tersebut. Dinas pariwisata hanya berharap agar kondisi ini segera teratasi dan tidak berlangsung lama. Sebab menurunnya jumlah kunjungan wisatawan asal tiongkok menyebabkan pendapatan menurun.

Baca Juga : Inggris Menyatakan Keluar Dari Uni Eropa, Ini Yang Terjadi

Jika kondisi ini berlangsung terus menerus, maka akan sulit untuk membayar gaji karyawan. Pihak yang saat ini mengalami kerugian paling tinggi yang dari destinasi wisata yang paling disukai wisatawan Tiongkok.

Ketika libur Imlek terdapat total hingga 9000 wisatawan Tiongkok yang melakukan pembatalan kunjungan ke Bali. Banyak bookingan yang mengalami cancel, karena wabah virus 2019-nCov atau corona virus yang menyebar dengan cepat ke hampir wilayah di China. Informasi jumlah wisatawan yang ini didapatkan dari rekan di ASITA.

Hotel Di Kuta Sempat Tolak Tamu Asal Tiongkok

Beberapa hari yang lalu, hotel di kawasan Kuta pernah menolak wisatawan Tiongkok yang telah melakukan booking sebelumnya. Peristiwa seperti ini terjadi karena dipicu rasa ketakutan yang berlebihan dari pihak manajemen hotel berkaitan dengan penyebaran virus corona tersebut.

Menurut Astawa, permasalahan seperti ini harus segera di antisipasi untuk menjaga citra pariwisata di Pulau Dewata. Caranya dengan mengadakan sosialisasi agar tidak terjadi ketakutan yang berlebihan. Diharapkan semua pihak pariwisata bali bisa memahami dan melaksanakan SOP mulai dari kedatangan di bandara yaitu melakukan thermal scanner. Seta harus diawasi secara ketat.

Wisatawan Tiongkok Pilih Extend Di Bali

Saat ini belum ada laporan pasti jumlah turis Tiongkok yang masih berada di Bali. Akibat dari virus tersebut, sejumlah wisatawan Tiongkok lebih memilih untuk menetap dan tinggal lebih lama (extend) di Bali dari pada harus pulang ke China. Pilihan ini dilakukan untuk menghindari penyebaran corona virus. Sejauh ini juga belum ada info bahwa wisatawan Tiongkok yang melakukan extend tersebut mengalami kehabisan uang.

Dinas Pariwisata Bali mengeluarkan sejumlah himbauan untuk para pelaku usaha wisata di Bali. Yaitu harus melakukan komunikasi risiko terhadap wisatawan serta ikut meng-counter berita – berita hoaks. Klinik hotel harus segera melaporkan temuan kepada puskesmas terdekat di wilayah terkait. Dan terakhir, Pihak hotel diharapkan dapat bekerja sama dan memberikan akses kepada Petugas kesehatan setempat untuk bisa melakukan investigasi serta pemantauan. Semoga virus corona segera ditemukan vaksin nya agar tidak merenggut lebih banyak nyawa lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here