Penyebaran virus corona yang telah sampai hingga di banyak negara – negara di asia telah membuat banyak informasi beredar di masyarakat. Informasi tersebut, justru lebih banyak diisi oleh info yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan yaitu hoaks. Satu info hoaks bisa menyebabkan muncul lebih banyak info hoaks lainnya. Hoaks bisa membuat masyarakat merasa ketakutan serta sangat merugikan.

Menyikapi hal tersebut Menteri Komunikasi dan Informasi, Johnny G Plate menghimbau masyarakat untuk dapat membedakan informasi corona virus yang tepat. Sehingga tidak tergiring dengan info hoaks. Virus corona merupakan permasalahan medis yang serius untuk itu masyarakat harus menghindari hoaks. Hoaks dapat menimbulkan persepsi – persepsi yang menyesatkan.

Stop Menggiring Masyarakat Terhadap Logika Sesat

Menurut Johnny, penyebaran info seputar virus corona adalah hal yang sangat riskan sebab berhubungan dengan urusan medis. Untuk itu sebaiknya tidak dikaitkan dengan informasi yang dapat menggiring opini masyarakat.

Salah satu contoh hoaks yang sedang beredar saat ini yaitu Corona membawa dampak terhadap kondisi ekonomi dan politik negara. Johnny juga menambahkan, informasi yang disebarkan seharusnya mampu membangun logika dari sebuah narasi yang bersifat positif.

Baca Juga : Dampak Corona Virus Terhadap Kunjungan Pariwisata Pulau Dewata Bali

Hoaks merupakan narasi tidak bermanfaat untuk masyarakat serta tidak bisa dibuktikan kebenarannya, harus dihentikan dan jangan disebarluaskan melalui berbagai macam media. Saat ini, setiap hari masyarakat di Indonesia banyak berhadapan dengan hoaks dan disinformasi. Ingat, hoaks bukan sebuah bisnis jadi salah jika masyarakat mengembangkan cerita tersebut. Mengembangkan kebiasaan disinformasi adalah kebiasaan buruk yang harus dihentikan mulai dari sekarang.

Hoaks – Hoaks Seputar Corona Virus

Saat ini di Tanah Air telah tersebar banyak info hoaks terkait virus yang telah meresahkan masyarakat. Ada banyak kasus hoaks yang ramai dibicarakan masyarakat.

Contohnya seperti tersebarnya di media sosial tentang info yang menyatakan terdapat corona virus yang menyebar di Rumah Sakit Umum Pemerintah Dr. Sadjito di Yogyakarta. Informasi tersebut diterima dari pesan berantai pada aplikasi chat WhatsApp.

Berdasarkan info dari Antara, pesan tersebut Kepala Bagian Operasional RSUP Sardjito yang menyatakan kabar bahwa terdapat seorang perawat yang terjangkit corona. Kabar tersebut telah di konvirmasi sepenuhnya salah dan murni hoaks. Kabar hoaks semacam ini sangat merugikan masyarakat untuk itu harus dihentikan penyebarannya. Selain hoaks tentang penyebaran corona virus di RSUP Sardjito, masih ada hoaks lainnya yang telah tersebar.

Contoh lainnya terkait penggunaan dua sisi masker yang di bolak – balik. Belakangan tersebar info bahwa orang yang menggunakan masker dengan sisi lapis warna putih di bagian luar maka orang tersebut sedang sakit.

Sedangkan yang memakai masker dengan lapisan warna hijau di bagian luar berarti ingin terhindar dari polusi dan penyakit. Fakta yang benar yaitu dalam penggunaan masker sisi waterproof yang ditandai dengan warna hijau harus dipakai pada bagian luar.

Ada juga hoaks lainnya yang menyebutkan bahwa corona virus dapat ditularkan melalui tatapan mata. Berita ini sudah tentu murni kebohongan. Jadi corona virus tidak akan bisa menural melalui tatapan  mata. Namun jika terdapat droplet yang masuk pada bagian mata, maka hal ini bisa menyebabkan penularan virus. Terdapat juga satu hoaks lain yang mengejutkan yaitu, minuman alkohol mampu membunuh virus corona.

Pernyataan tersebut hanya dilontarkan oleh penjual alkohol agr dagangan mereka laris. Beberapa jenis alkohol memang mampu membunuh virus seperti batedine, namun tidak bisa membunuh virus 2019-nCoV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here