Penyebab Jakarta Selalu Banjir Yang Terjadi Disepanjang Tahun – Hujan deras telah mengguyur wilayah Ibu Kota Jakarta sejak awal tahun 2020. Ini merupakan kado terburuk yang melumpuhkan gemerlap kota menjadi derita bagi para warga di kota metropolitan tersebut. Hujan deras menyebabkan banjir yang tidak hanya meredam perumahan milik warga, banyak pusat perbelanjaan mewah, mal – mal juga ikut merasakan dampak dari banjir. Beberapa di antaranya yaitu di Mal Taman Anggrek Jakarta Barat dan Mal Cipinang Indah jakarta Timur.

Penyebab Jakarta Selalu Banjir menyebabkan pembangkit listrik pada pusat perbelanjaan terendam air, sehingga Mal mewah Taman Anggrek yang terbesar di Asia Tenggara terpaksa harus tutup selama 15 hari. Berdasarkan pernyataan dari salah satu saksi yaitu penjaga lahan parkir Mal Taman Anggrek, Muhammad Syafi’i menyatakan bahwa keadaan mal saat ini sunyi, seperti mati dan tidak ada kehidupan setelah bagian basement terendam air banjir.

Suasana sepi di Jalan S. Parman, Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan tersebut mengingatkan Syafi’i dengan masa kecilnya. Dulu ketika masih kecil, kawasan Mal Taman Anggrek masih hijau dan segar, serta tidak ada mal, gedung beton, serta kawasan apartemen elit. Sebagai warga asli dari Tanjung Duren Selatan, Jakarta barat. Syafi’i kenal betul peristiwa ketika rawa – rawa di sekitar rumahnya diubah menjadi Mal Taman Anggrek.

Hutan Kota Tomang Yang Terkenal dengan Kebun Anggreknya Diubah Menjadi Mal Mewah, Di era Gubernur Soerjadi Soedirdja

Melihat dari data Rencana Tata Ruang Jakarta 1985-2005, kawasan Hutan Kota Tomang dulunya berada di kawasan yang sekarang telah menjadi Mal Taman Anggrek. Hutan kota tersebut memiliki luas 172 hektare. Tepat sejak tahun 1996, pusat perbelanjaan mal seta apartemen dan pemukiman mulai dibangun di atas area Hutan Kota Tomang. Melihat dari data Rujak Center fo Urban Studies dengan laporan berjudul, Hujan Ekstrim Lokal & Tata Ruang DKI 6 Januari 2020, suda ada total 360.000 meter persegi area yang diubah untuk membangun mal.

Pengamat Tata Kota Nirwono Yoga juga menuturkan bahwa kawasan Mal Taman Anggrek tidak hanya menjadi hutan kota saja, namun juga terkenal dengan kebun anggrek nya yang cantik dan segar. Nirwono juga menyatakan bahwa, secara teknis kawasan tersebut seharusnya diperuntukkan untuk ruang terbuka hijau. Namun persoalannya mengapa hutan kota bisa disulap menjadi mal.

Gubernur Soerjadi Soedidja sendiri telah memimpin DKI Jakarta sejak tahun 1996. Gubernur Soerjadi merupakan purnawirawan TNI yang lahir tanggal 11 Oktober 1939, di Batavia dan terkenal sebagai tokoh politik. Soerjadi juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri tahun 1999-2001, serta menjadi Menteri Koordinator bidang Politik, Sosial dan Keamanan tahun 2000. Soerjadi berhasil memperoleh penghargaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada masa kepemimpinannya. Penghargaan yang diterima yaitu Samya Krida Tata Tentetam Karta Raharja, atas hasil karya tertinggi atas pembangunan yang dilakukan selama 5 tahun.

Pemutihan Kawasan Mal Taman Anggrek Membuat Ruang Area Terbuka Hijau Semakin Menyusut

Berkaitan dengan pembangunan Mal Taman Anggrek yang dilakukan di atas area Hutan kota, Nirwono menegaskan sebuah fakta yang menunjukkan adanya sebuah master plan Jakarta yang dilanggar oleh pihak Mal. Nirwono menegaskan bahwa, penggunaan ruang DKI jakarta telah diatur sesuai dengan kebijakan gubernur Rencana Tata Ruang Wilayah Rencana Induk Tahun 1965-1985, dilanjutkan dalam Rencana Umum Tata Ruang tahun 1985-2005.

Nirwono memaparkan bahwa, pembangunan Mal Taman Anggrek telah melanggar Rencana Tata Ruang jakarta Tahun 1965-1985, bahkan pada RTRW 2030, kawasan tersebut telah dibuktikan yang sebelumnya adalah MTA warna hijau. Seharusnya luas Ruang Terbuka Hijau / RTH di Jakarta memiliki target 241,8 km persegi yaitu sekitar 37,2 persen. Namun RUTR Jakarta 1985-2005 menurun mencapai 25,85 persen.

Selama masa kepemimpinan Gubernur Sutiyoso, target luar Ruang Hijau terbuka mengalami penurunan, yaitu hanya sekitar 9 persen luas kota Jakarta yang menjadi Ruang Hijau Terbuka. Dari data terbaru tahun 2020 hanya 9,98 persen wilayah Ruang Hijau Terbuka yang ada di Jakarta. Ini berarti selama 2 tahun, RTH tidak mendapatkan penambahan sama sekali. Hal ini sangat disayangkan sekali.

Miris, Ruang Terbuka Hijau Jakarta Hanya Tersisa 9,9 %

Penyebab Jakarta Selalu Banjir – JJ Rizal seorang sejarawan mengatakan bahwa warga Jakarta berada di kawasan yang dekan dengan air tetapi dalam kurun waktu yang panjang membuat orang lebih berorientasi pada bangunan beton. Rizal menyatakan bahwa, sungai di sekitar Mal Taman Anggrek sudah berkali – kali meluap, sebab kurangnya tanaman hijau di kawasan tersebut. Melihat hal tersebut, maka tidak heran jika Mal terbesar di Asia Tenggara ini bisa terendam air banjir.

Rizal juga mengatakan bahwa, dalam sejarah Jakarta lahir dekat dengan air, maka bisa dibilang bahwa air adalah saudara Jakarta. Hal tersebut juga bisa dibuktikan dari beberapa nama tempat di wilayah Jakarta yang dekat dengan air. Jakarta yang saat ini banyak mengalami banjir, disebut karena warga Jakarta menghianati saudaranya yaitu Air. Penghianatan tersebut dilakukan dengan membangun banyak bangunan beton tanpa memikirkan pembuatan Ruang Terbuka Hijau.

Dari data Rencana Induk 1965-1985 seharusnya saat ini Jakarta telah memiliki lebih dari 32,7 persen untuk Ruang Hijau Terbuka. Namun kenyataan yang ada, hanya 9,9 persen saja Ruang Terbuka hijau saat ini. Rizal menambahkan yaitu, kejadian yang menimpa Mal Taman Anggrek seharusnya dijadikan momen untuk membuka fakta terkait hilangnya RTH di Kota Jakarta, yang dibuha menjadi mal – mal mewah.

Mal Taman Anggrek Diduga menempati Lahan Milik Negara

Mal Taman Anggrek yang dibangun di atas lahan kota juga menuai banyak polemik tepat sejak tahun pertama pembangunannya. Hal tersebut juga dipertegas oleh anggota dari Komisi B DPRD DKI Jakarta, Endah Pardjoko pada tanggal 1 Maret 2017. Endah dengan tegas menyatakan bahwa Mal Taman Anggrek dibangun di atas jalur hijau serta lahan milik negara. Walaupun sudah sejak lama diketahui, akan tetapi tetap saja dibiarkan.

Pada saat itu, Ahok yang menjabat sebagai Gubernur ditantang untuk melakukan pembongkaran pada kawasan lahan milik negara tersebut. Hal itu bersinggungan dengan alasan Ahok yang berkeinginan untuk melakukan penggusuran lokalisasi Kalijodo, dengan mengatas nama kan Tanah Negara. Isu ini sempat ramai menjelang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Akan Melakukan Pemeriksaan Aturan Serta Perijianan Mal Taman Anggrek

Mal Taman Anggrek dituding melakukan pelanggaran RTRW, berkaitan dengan hal tersebut Sekretaris Pemprov Jakarta Saefull mengaku, akan segera melakukan penindakan apabila tudingan tersebut terbukti benar. Jika perizinan memang tidak sesuai maka, akan ditegakkan sesuai dengan aturan yang benar.

Baca Juga : Presiden Jokowi Singgung Ketidakhadiran Ahok Saat Imlek Nasional

Namun sebelum itu, Pemprov Jakarta akan memeriksa dasar tata ruang dengan lebih detail. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pemeriksaan perizinan bangunan yang katanya berada di Ruang Terbuka Hijau.

Mal Taman Anggrek Lumpuh Selama Setengah Bulan Akibat Banjir

Sebagai info, Mal Taman Anggrek dibangun oleh Salimin Prawiro Sumarto yang merupakan daftar orang terkaya no 5 di Indonesia tahun 2008. Salimin merupakan konglomerat yang berasal dari Kebumen Jawa Tengah. Salimin bersama Anton Haliman mendirikan perusahaan properti yang Pt Agung Podomoro Grup.

Mal Taman Anggrek sendiri saat ini dikelola oleh PT Mulia Group yang merupakan miliki keluarga dari Tjandra Kusum bersama ketiga anaknya. Grup Mulia sebelumnya bernama Mulialand yaitu perusahaan yang bergerak di bidang properti dan konstruksi. Grup Mulia telah membangun sejumlah bangunan mewah seperti Wisma Mulia, Menara Mulia, Hotel Mulia Senayan, serta apartemen Taman Anggrek.

Penyebab Jakarta Selalu Banjir – Salimin membuat Mal Taman Anggrek untuk menjawab kebutuhan dari sebuah Kota metropolitan Jakarta saat itu. Mal ini memiliki tuju lantai yang bisa ditempati oleh 528 toko. Mal Taman Anggrek terkenal menjadi pusat belanja paling mewah serta paling besar di wilayah Asia Tenggara. Mal ini juga dilengkapi dengan bangunan mewah serta banyak barang bermerek. Mal Taman Anggrek juga merupakan mal pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas gelanggang es dalam ruangan. Lalu tanggal 2 Agustus 2012, Taman Anggrek memiliki layar LED Facade yang terbesar di seluruh dunia, serta tercatat pada Guinness World Record.

Kemewahan dan kemegahan Mal ini berakhir sejak awal tahun 2020. Karena terredam banjir, maka aktivitas mal dihentikan. Mal Taman Anggrek baru kembali dibuka pada tanggal 16 Januari 2020. Selama tutup hingga setengah bulan membuat Mal Taman Anggrek mengalami kerugian yang besar. Ketua dari HPPBI Budihardjo menyatakan hitungan kasar kerugian yang dialami oleh satu mal bisa mencapai 15 milyar rupiah apabila menghentikan operasionalnya selama setengah bulan. Pihak mal yang mengalami kerugian menuntut ganti rugi kepada Pemprov DKI Jakarta melalui HPPBI.

Sanksi Untuk Pelanggaran Undang – Undang Tata Ruang

Penyebab Jakarta Selalu Banjir – Di lansir dari Hukum Online, berdasarkan UU no 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruangan, pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang, akan dikenakan sanksi administratif, sanksi pidana penjara dan atau sanksi pedana denda, sekalipun telah memiliki izin. memiliki izin. Jika terbukati Mal Taman Anggrek telah melanggar UU Tata Ruang dan dibangun di Ruang Terbuka Hijau. Maka Pemprov DKI Jakarta akan bertindak tegas.

Sanksi tidak hanya ditujukan kepada pemanfaat ruang  saja, para pejabat yang terlibat melakukan penerbitan izin dari pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang juga akan dikenai sanksi. Setiap orang yang melanggar kewajiban dalam pemanfaatan raung akan dikenai sanksi administratif, berupa peringatan tertulis, penghentian kegiatan sementara, penghentian pelayanan umum, hingga pemulihan fungsi ruang dan atau sejumlah denda.

Untuk mendapatkan konfirmasi lebih lanjut terkait hal ini, IDN News telah berusaha menghubungi pihak pengelola Mal Taman Anggrek. Namun belum ada jawaban hingga saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here