Beberapa bulan yang lalu, film dokumenter yang berjudul Sexy Killer garapan Watchdog Documentary ini ditayangkan di beberapa kota dalam rangkaian kegiatan roadshow nonton bareng sekaligus dilengkapi dengan acara diskusi.

Film tersebut juga sudah bisa disaksikan secara penuh di channel official Youtube milik Watchdog Documentary karena sudah diunggah sejak 13 April 2019 lalu. Hingga saat ini, film berdurasi 1,5 jam ini sudah memiliki lebih dari 24 juta views.

Realita Pertambangan Batu Bara di Indonesia dalam Sexy Killer

Film Sexy Killer menceritakan tentang proses penambangan batu bara di Kalimantan, mulai dari proses produksinya, kemudian distribusi, hingga dilanjutkan ke konsumsinya di PLTU.

Seperti yang diketahui, bahwa PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) yang berbahan bakar batu bara ini menjadi sumber pasokan tenaga listrik yang besar bagi Indonesia. Indonesia membutuhkan pasokan yang besar demi menyongsong pembangunan di era Revolusi Industri 4.0.

Padahal era Revolusi Industri 4.0 identik dengan digital yang tentu saja membutuhkan tenaga listrik yang besar. Pemerintahan presiden Jokowi pun juga menargetkan untuk meratakan kebutuhan listrik di Indonesia.

Selain itu, PLTU dianggap lebih murah dibanding jenis pembangkit listrik lain seperti PLTS atau yang menggunakan bahan bakar dari minyak bumi. Maka dari itu, PLTU dijadikan sebagai pemasok kebutuhan tenaga listrik utama.

Namun, dibalik itu semua Sexy Killer mencoba menyuguhkan realita dibalik tambang batu bara. Nyatanya, pertambangan batu bara di Kalimantan tersebut berdampak negatif bagi lingkungan dan warga sekitar.

Film ini menunjukkan bagaimana bekas-bekas galian tambang yang banyak dibiarkan tetap mebanga dan tidak direklamasi. Sehingga, bekas galian tersebut menimbulkan masalah baru di lingkungan bahkan hingga memakan korban.

Belum lagi soal terumbu karang di sekitar Karimunjawa yang ikut rusak akibat ‘terlindas’ kapal-kapal yang bermuatan batu bara ini. Masalah lain yang juga pelik adalah, adanya polusi udara yang dihasilkan PLTU sehingga berdampak buruk pada kesehatan masyarakat.

Parahnya lagi, banyak perusahaan memiliki AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) yang tidak jelas atau tidak sahih. Mereka juga hanya memaparkan yang baik-baik saja kepada masyarakat dan tidak memikirkan efek jangka panjangnya.

Keterlibatan Penguasa dan Politik yang Ditampilkan Pada FilmSexy Killer

Yang paling menjadi sorotan paling menarik bagi masyarakat yang disajikan dalam Sexy Killer adalah keterlibatan penguasa di balik industri tambang batu bara. Sexy Killer bahkan menaruh nama-nama politisi tersebut secara gamblang dalam filmnya.

Ketika diungkap nama-nama tersebut, masyarakat dikejutkan bahwa politisi tersebut berada di Kubu Jokowi maupun Kubu Prabowo yang saat itu tengah memperebutkan kursi Presiden.

Nama-nama tersebut menyadarkan masyarakat bahwa dalam kegiatan pertambangan batu bara yang seringkali tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan itu terdapat elit-elit dari pemerintah.

Sehingga, karena ditayangkan sebelum pemilu, film Sexy Killer ini sering dicap sebagai kampanye untuk Golput karena baik dari kedua kubu terdapat pihak yang tidak peduli masalah tambang ini. Bahkan, di beberapa daerah pemutaran film ini sempat dilarang karena dianggap mengkampanyekan golput dan menampilkan ujaran kebencian.

Tetapi sebenarnya, Sexy Killer bukan untuk mengkampanyekan golput pada masyarakat. Film ini juga tidak mengarah ke salah satu kubu ataupun untuk tidak memilih sama sekali.

Sexy Killer justru memberi pemahaman kepada masyarakat agar memilih pemimpin yang rasional. Sehingga nantinya, masyarakat Indonesia jadi lebih tahu pemimpin mana yang harus dipilih secara akal sehat dan rasional.

Namun, soal memilih 01, 02, atau tidak memilih keduanya semua kembali lagi ke masyarakat sebagai pemilih. Meskipun hal ini sebenarnya sudah lama berlalu kalau berbicara masalah 01 dan 02.

Selama belum ada bahan bakar alternatif yang bisa menggantikan batu bara, pertambangan ini akan terus berlanjut. Selama belum ada kesadaran baik dari masyarakat, perusahaan tambang, termasuk pemerintah, maka masalah lingkungan akibat pertambangan batu bara juga akan terus berlanjut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here